#navbar-iframe { height:0px; visibility: hidden; display: none; }

Jumat, 15 November 2013

Jakarta banjir lagi, Jokowi Ahok lakukan segala cara untuk menanganinya

 Ahok

Jakarta - Warga Jakarta yang biasa menerima langganan banjir mesti hati-hati. Puncak penghujan baru akan datang pada Januari hingga Februari. Hujan bisa mengguyur seharian. Dan tak ada lagi siklus 5 tahunan, banjir datang setiap tahun.

"Pada puncaknya, hujan sudah tidak mengenal waktu," kata Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hari Tirto saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (14/11/2013).

Menurut Hari, di puncak musim hujan ini, hujan silih berganti datang mulai dari sedang hingga lebat. "Jedanya hujan berhenti gerimis, kemudian hujan lagi," jelasnya.

BMKG mewanti-wanti, jangan sampai masyarakat tak siap dan malah kerepotan dengan puncak musim hujan. "Masyarakat harus waspada jika di hulu dan di hilir hujan," imbuhnya.

Hari juga menyampaikan, sekarang tidak ada lagi siklus bajir 5 tahunan. Banjir bahkan sekarang datang setiap tahun. "Siklus itu kan bukan kita yang buat. Coba lihat, 2012 ada banjir? 2013 ada banjir?" terangnya.

Curah hujan di Indonesia juga tidak dipengaruhi oleh fenomena alam di negara lain seperti topan di Filipina. "Pokoknya begini, di musim penghujan di puncak hujan pada Januari-Februari hujan turun di atas rata-rata, masyarakat harus bisa mengantisipasi," tutupnya.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan segala cara untuk memastikan upaya-upaya mengatasi banjir tak menemui kendala. Salah satunya, menyiapkan sanksi-sanksi dan jerat pidana.

"Iya, semua cara," kata Basuki alias Ahok saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis, 14 November 2013.

Ahok mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat upaya penanggulangan banjir kurang optimal. Salah satunya, menurut Ahok, lambatnya pengadaan barang untuk pengerukan sungai-sungai dan danau. "Duit ada, tapi barang tidak datang-datang," kata Ahok.

Ahok mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas untuk mendukung upaya penanggulangan banjir kali ini. Seperti diketahui, puncak musim hujan diprediksi datang pada Januari 2014 dan lebih besar daripada saat Januari 2013. "Yang menduduki tanah pemerintah, sudah tidak ada kompromi, akan dipidana," kata Ahok. 

Mengenai upaya tersebut, Ahok mengatakan, dirinya telah bertemu dengan pihak Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri. Selain itu, Ahok mengungkapkan bahwa dia juga mendukung upaya penerapan denda untuk masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sungai. "Seperti di Singapura, semua fine, fine, fine," kata Ahok.

Pengurus kecamatan dan kelurahan pun akan dikerahkan untuk terlibat dalam penyelesaian masalah banjir. "Pak Gubernur sudah memberi data bagi setiap wali kota untuk kelurahan dan kecamatan," kata Ahok.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa denda kepada warga yang membuang sampah sembarangan. Landasannya adalah Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. "Dendanya untuk masyarakat Rp 500 ribu, sedangkan perusahaan yang buang sampah Rp 50 juta," kata Jokowi.